Minggu, 08 Maret 2015

PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI



Perkembangan Akuntansi Internasional
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk bertransaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi anatarnegara yang berbeda dan harmonisi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan akuntansi lainnya. Didalam akuntansi internasional terdapat beberapa karakteristik era ekonomi global, antara lain:
1.      Bisnis internasional
2.      Hilangnya batasan-batasan antara negara era ekonomi global sering sulit untuk mengidentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional
3.      Ketergantungan pada perdagangan internasional
Alasan Perusahaan Go Internasional
1.      Theory of comparative advantage
2.      Imperfect market theory
3.      Product cycle theory
4.      Transfer technology and strategic alliance
Tantangan bagi  profesi akuntansi dala pengembangan akuntasi:
1.      Skill dan kompetensi yang dimiliki
2.      Memahami cross fungsional linkages, seorang akuntasn bukan hanya mahor dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi tetapi juga harus bisa memandang bisnis sebagai bentuk integrasi.
3.      Analisis keuangan dan perbandingannya
Perkembangan internasional sudah seharusnya diiringi kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikutserta memajukan akuntansi

Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:
1.      Sumber Pendanaan
Akuntansi memliki fokus atas manajemenyang menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan rancangan untuk membantu investor menganalisi arus kas masa depan dan  resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit dimana bank adalah sumber utama dari pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor pengukuran akuntansi konservatif.
2.      Sistem Hukum
Di dalam negara-negara hukum kode, kode adalah satu kelompok lengkap yang mencangkup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
3.      Perpajakan
Peraturan pajak secara efektik menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak.
4.      Ikatan Politik dan Ekonomi
5.      Inflasi
Inflasi dapat menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan suatau negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun perusahaan.
6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dana menentukan manakah yang paling utama
7.      Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
8.      Budaya
Terdiri dari empat dimensi budaya nasional menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, pengindaran ketidakpastian dan maskulinitas.

Empat dimensi budaya nasional menurut Hofstede, yaitu:
a.       Individualisme vs kolektivisme merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan social yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling tergantung.
b.      Large vs Small Powr Distance (Jarak kekuasaan) adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara tidak adil dapat diterima.
c.       Strong vs Weak Uncertainty Avoidance (Penghindaran ketidakpasian) adalah sejauh mana masyarakat merasa tidak nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti.
d.      Maskulinitas vs feminimitas adalah sejauh mana peranan gender dibedakan dan kinerja serta pencapaian yang dapat dilihat lebih ditekankan daripada hubungan dan perhatian.

Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :
1.      Sistem Hukum
Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan system yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law). Dalam hukum perang atau situasi darurat nasonal lainnya, semua aspek fungsi akuntansi mungkin diatur oleh sejumlah pengadilan atau badan pemerintah pusat. Sistem
2.      Politik
Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan praktik-praktik akuntansi. Sebagai contoh, akuntansi Inggris yang ada semasa pergantian Abad 20, “diekspor” ke negara-negara persemakmuran. Belanda melakukan hal yang sama ke filipina dan Indonesia, Perancis ke negara-negara jajahannya di Asia da Afrika. Jerman menggunakan simpati politik untuk mempengaruhi, antara lain, akuntansi di Jepang dan Swedia.
3.      Sifat Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank.
4.      Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis
Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan system akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.
5.      Iklim Sosial
Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai belahan dunia. Di Perancis, mengarah pada pelaporan tanggungjawab sosial, sebaliknya di Swiss masih sangat konservatif sehingga perusahaan perusahaan besar swiss melaporkan kondisi keuangannya yang relatif ringkas. Orang Italia masih sangat berorientasi pada pajak, bahkan di beberapa Negara Amerika bagian Timur dan Selatan, akuntansi sama dengan pembukuan dan dianggap tidak cocok secara sosial.
6.      Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan
Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca, mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya.
7.      Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif
Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi.
8.      Ada Legislasi Akuntansi tertentu
Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu pada FASB.
9.      Kecepatan Inovasi Bisnis
Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.
10.  Tahap pembangunan Ekonomi
Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsipprinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan adalah akuntansi kas sederhana.
11.  Pola pertumbuhan Ekonomi
Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.
12.  Status Pendidikan dan Organisasi Profesional
Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber
otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi faktor faktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh.

Radebaugh dan Gray (1997:47) menyebutkan sedikitnya ada dua belas faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi perusahaan sebagai berikut.
1.        Sifat kepemilikan perusahaan
Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang dimiliki publik dibandingkan dengan pada perusahaan keluarga.
2.        Aktivitas usaha
Sistem akuntansi dipengaruhi oleh jenis aktivitas usaha, misalnya agribisnis yang berbeda dengan manufaktur, atau perusahaan kecil yang berbeda dengan perusahaan multinasional.
3.        Sumber pendanaan
Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan sumber pendanaan dari para pemegang saham eksternal dibandingkan dengan pada perusahaan dengan sumber pendanaan dari perbankan atau dari dana keluarga.
4.        Sistem perpajakan
Negara-negara seperti Perancis dan Jerman menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai dasar penentuan utang pajak penghasilan, sedangkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menggunakan laporan keuangan yang telah disesuaikan dengan aturan perpajakan sebagai dasar penentuan utang pajak dan disampaikan terpisah dengan laporan keuangan untuk pemegang saham.
5.        Eksistensi dan pentingnya profesi akuntan
       Profesi akuntan yang lebih maju di negara-negara maju juga membuat system akuntansi yang dipakai lebih maju dibandingkan dengan di negara-negara yang masih menerapkan sistem akuntansi yang sentralistik dan seragam.
6.        Pendidikan dan riset akuntansi
       Pendidikan dan riset akuntansi yang baik kurang dijalankan di negara-negara yang sedang berkembang. Pengembangan profesi juga dipengaruhi oleh pendidikan dan riset akuntansi yang bermutu.
7.        Sistem politik
       Sistem politik yang dijalankan oleh suatu negara sangat berpengaruh pada sistem akuntansi yang dibuat untuk menggambarkan filosofi dan tujuan politik di negara tersebut, seperti halnya pilihan atas perencanaan terpusat (central planning) atau swastanisasi (private enterprises).
8.        Iklim sosial
       Iklim sosial diartikan sebagai sikap atas penghargaan terhadap hak-hak pekerja dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Informasi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut pada umumnya dipengaruhi atas sistem sosial tersebut.
9.        Tingkat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
       Perubahan struktur perekonomian dari agraris ke manufaktur akan menampilkan sisi lain dari sistem akuntansi, antara lain dengan mulai diperhitungkannya depresiasi mesin. Industri jasa juga memunculkan pertimbangan atas pencatatan aktiva tak berwujud seperti merek, goodwill dan sumber daya manusia.
10.    Tingkat inflasi
       Timbulnya hyperinflation di beberapa negara di kawasan Amerika Selatan membuat adanya pemikiran untuk menggunakan pendekatan lain sebagai alternatif dari pendekatan historical cost.
11.    Sistem perundang-undangan
       Di negara-negara seperti Perancis dan Jerman yang menggunakan civil codes, aturan-aturan akuntansi yang dipakai cenderung rinci dan komprehensif, berbeda dengan Amerika Serikat dan Inggris yang menggunakan common law.
12.    Aturan-aturan akuntansi
       Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di negara tertentu tentunya tidak sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran profesi akuntan dalam menentukan standar dan aturan akuntansi lebih banyak ditemukan di negara-negara yangtelah memasukkan aturan-aturan profesional dalam aturan-aturan perusahaan, seperti di Inggris dan Amerika Serikat.

Klasifikasi Akuntansi Internasional
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara yaitu dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung  pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Kalsifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia. Ada empat pendekatan terhadap pengembangan akuntansi, yaitu:
1.        Pola Makroekonomis
       Tujuan perusahaan bisnis tentu saja lebih sempit daripada kebijakan ekonomi nasional. Perusahaan mempunyai tujuan tertentu yang harus dicapai, seringkali beroperasi dalam dimensi dan ruang waktu yang terbatas, dan bertanggunggugat kepada kelompok-kelompok kepemilikan yang jelas. Konsekuensinya, tujuan perusahaan secara normal mengikuti kebijakan nasional. Ada tiga pernyataan yang berkaitan dengan pola ini yaitu:
a.         Perusahaan bisnis merupakan unit essential dalam struktur ekonomi suatu negara.
b.         Perusahaan bisnis mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakkan-kebijakkan ekonomi nasional dalam lingkungannya.
c.         Kepentingan publik dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnis saling berhubungan erat dengan kebijakan nasional.
Akuntansi keuangan yang berorientasi pada makrekonomi mungkin mengakui secara formal nilai penemuan dari mineral atau kandungan minyak, menghitung beban depresiasi atas peralatan produkstif berdasarkan unit produksi, dan mengizinkan penghapusan biaya tertentu dengan cepat jika hal ini merupakan kepentingan pembangunan ekonomi regional atau nasional.

2.        Pola Mikroekonomis
Ekonomi yang berorientasi pada pasar, termasuk ekonomi yang tidak begitu banyak mendapat campur tangan administrasi pemerintah pusat, mempercayakan sebagian besar kesejahteraan ekonomi kepada aktivitas-aktivitas bisnis dari indvidu-individu dan masing-masing perusahaan bisnis.
Dengan aktivitas-aktivitas swasta dan bisnis sebagai inti urusan dalam ekonomi yang berorientasi kepada pasar dan dengan akuntansi melakukan fungsi jasa bagi bisnis dan perusahaan-perusahaan bisnis, tampaknya wajar saja bahwa akuntansi akan mengorientasikan dirinya kepada pertimbangan-pertimbangan mikro yang sama, yang telah terbentuknya secara mapan dalam lingkungannya. Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan pola ini menyangkut :
1.         Perusahaan menyediakan titik-titik vokal bagi aktivitas-aktivitas ekonomi
2.         Kebijakan utama perusahaan bisnis adalah untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
3.         Optimasi dalam pengertian ekonomi adalah kebijakkan terbaik perusahaan untuk bertahan
4.         Akuntansi, sebagai cabang ekonomi bisnis, mendapatkan konsep-konsep dan aplikasi aplikasinya dari analisis ekonomi.
Konsep akuntansi utama dalam pola pengembangan yang didasarkan pada mikro ekonomi adalah bahwa proses akuntansi harus mempertahankan secara konstan jumlah investasi modal moneter dalam perusahaan dalam nilai riil.

3.        Disiplin Independen
Menganggap akuntansi sebagai fungsi jasa dari bisnis memberikan ruang yang cukup untuk menyimpulkan bahwa akuntansi dapat membangun kerangka yang berguna bagi dirinya yang disaring dari proses bisnis yang dilayaninya. Jika hal ini mungkin dilakukan, maka dukungan konseptual dari suatu disiplin seperti ekonomi tidak dibutuhkan. Akuntansi dengan kata lain , bergantung pada dirinya menjadi suatu disiplin yang independen.

4.        Pendekatan Seragam
Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Secara umum, pendekatan digunakan negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan ekonomi di mana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak dan mengendalikan harga. prancis, dengan bagan akuntansi akuntansi nasional yang seragam, merupakan pendukung untuk pendekatan seragam.

Pengetahuan Dasar Klasifikasi Akuntansi
Dasar Klasifikasi Akuntansi Internasional Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu:
1.      Pendekatan Deductive
Yaitu mengidentifikasikan faktor lingkungan yang relevan dan mengkaitkan itu dengan praktek akuntansi nasional, pengelompokan internasional atau pola perkembangan yang diajukan.
2.      Pendekatan Inductive
Praktek akuntansi individual dianalisa, pola perkembangan atau pengelompokan diidentifikasikan dan di akhir penjelasan dibuat dari sudut pandang ekonomi, sosial, politik dan faktor-faktor lainnya.

 SOAL
1.      Dibawah ini merupakan alasan perusahaan go internasional, kecuali...
a.         Theory of comparative advantage
b.         Imperfect market theory
c.         Transfer technology and strategic alliance
d.        Small Powr Distance
       Jawaban: D
2.      Timbulnya hyperinflation di beberapa negara di kawasan Amerika Selatan membuat adanya pemikiran untuk menggunakan pendekatan lain sebagai alternatif dari pendekatan historical cost. Hal tersebut merupakan faktor inflasi menurut..
a.       Hofstede
b.      Choi
c.       Radebaugh dan Gray
d.      Muller
Jawaban: C
3.      Terdapat dua cara dasar klasifikasi akuntansi internasional, yaitu..
a.       Deductive dan inductive
b.      Terbuka dan tertutup
c.       Deductive dan terbuka
d.      Inductive dan produktif
Jawaban: A
4.      Akuntansi untuk bertransaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi anatarnegara yang berbeda dan harmonisi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan akuntansi lainnya. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari...
a.       Akuntansi keuangan
b.      Akuntansi internasional
c.       Akuntansi manajemen
d.      Akuntansi biaya
Jawaban: B
5.      Terdiri dari berapa faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi menurut Choi, at.el?
a.       12
b.      9
c.       10
d.      4
Jawaban: A


AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF GLOBAL



Pengertian akuntansi dilihat dari perspektif pelaksanaan adalah suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan dari sebuah entitas yang melakukan kegiatan bisnis. Sedangkan jika dilihat dari perspektif pemakai, dengan adanya akuntansi dapat diperoleh informasi keuangan yang dibutuhkan. Jadi, akuntansi merupakan alat komunikasi. Oleh sebab itu akuntansi disebuut juga sebagai bahasa bisnis.
Terdapat dua tipe akuntansi, diantaranya:
1.      Akuntansi Manajemen
Digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian serta pengambilan keputusan yang terkait dengan operasi perusahaan.
2.      Akuntansi Keuangan
Digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemakai eksternal akan informasi keuangan yang terkait dengan perusahaan yang bersangkutan.

Kekuatan yang mendorong bidang akuntansi ke dalam dimensi Internasional yang terus berkembang, yaitu sebagai berikut:
1.      Faktor Lingkungan
-          Berfikir secara global
-          Ketergantungan perekonomian
-          Pasar modal global
-          Perusahaan multinasional
-          Operasi internasional yang menguntungkan
-          Teori tidak memadai
-          Kompetensi manajemen internasional
-          Rintangan akuntansi
-          Pendapatan dan rasio yang tidak dapat diperbandingkan
-          Kebutuhan akan standar internasional
-          Menara akuntansi
-          Beragamnnya pembuatan standar
-          Ekonomi politik dari akuntansi dunia
-          Relevance lost dari akuntansi dunia
-          Pendidikan dan riset
2.      Interasionalisasi Disiplin Akuntansi
-          Spesialisasi
-          Sifat internasional dari sejumlah masalah teknis akuntansi
-          Alasan historis
3.      Internasionalisasi Profesi Akuntansi
Standar laporan keuangan internasional
a.       Peraturan standar laporan keuangan internasional
b.      Peraturan standar akuntansi internasional tahun
c.       Interpretasi yang berasal dari komite interpretasi laporan keuangan internasional
d.      SIC
e.       Kerangka kerja untuk persiapan dan presentasi laporan keuangan
Dampak diversifikasi internasional yaitu terdapat tendesi untuk melihat laba dan informasi keuangan yang lain dari perspektif yurisdiksi serta isu-isu akuntansi internasional menjadi lebih jelas ketika investor menggunakan informasi keuangan di dalam mempertimbangkan berbagai alternatif kesempatan investasi.

SOAL
1.        Akuntansi terdapat dua tipe, yaitu..
a.       Akuntansi manajemen dan keuangan
b.      Akuntansi
c.       Akuntansi
d.      Akuntansi
Jawaban: A
2.        Dibawah ini adalah standar keuangan internasional, kecuali..
a.       SIC
b.      Peraturan standar laporan keuangan nasional
c.       Peraturan standar laporan keuangan internasional
d.      Peraturan standar akuntansi internasional tahun
Jawaban: B
3.        Internasionalisasi disiplin akuntansi terdiri dari 3, diantaranya spesialisai, sifat internasional dari sejumlah masalah teknis akuntasi dan..
a.       Berfikir secara global
b.      Pasar modal global
c.       Menara akuntansi
d.      Alasan historis
Jawaban: D
4.        Terdapat tendesi untuk melihat laba dan informasi keuangan yang lain dari perspektif yurisdiksi serta isu-isu akuntansi internasional menjadi lebih jelas ketika investor menggunakan informasi keuangan di dalam mempertimbangkan berbagai alternatif kesempatan investasi. Hal tersebut merupakan dampak dari...
a.       Akuntansi manajemen
b.      Akuntansi keuangan
c.       Diversifikasi internasional
d.      Perspektif global
Jawaban: C
5.        Berikut merupakan kekuatan yang mendorong bidang akuntansi ke dalam dimensi Internasional yang terus berkembang, kecuali...
a.       Faktor lingkungan
b.      Faktor alam
c.       Internasionalisasi disiplin akuntansi
d.      Internasional profesi akuntansi
Jawaban: B


Jumat, 09 Januari 2015

TUGAS 4




I. Etika Dalam Kantor Akuntan Publik

Etika adalah aturan tentang baik dan buruk. Beretika dalam berbisnis adalah suatu pelengkap utama dari keberhasilan para pelaku bisnis. Bisnis yang sukses tidak hanya dilihat dari hasil usaha saja, akan tetapi tercermin dari perilaku dari Pelaku Bisnis dalam proses berbisnis tersebut. Banyak perusahaan yang menyampingkan etika hanya untuk mencapai keuntungan yang lebih besar dan lebih mengutamakan kepentingan-kepentingan tertentu, sehingga menggeserkan prioritas perushaan dalam membangun kepedulian dalam masyarakat. Dalam penjelasan tersebut maka kode etik sangatlah penting untuk setiap profesi apapun itu.

a. Etika Bisnis Akuntan Publik
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan. Selain itu dengan kode etik akuntan merupakan alat atau sarana untuk klien. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan.Suatu oraganisasi profesi memerlukan etika profesional karena organisasi profesi menyediakan jasa kepada masyarakat untuk meneliti lebih lanjut. Jasa seperti ini memerlukan kepercayaan lebih serius dari masyarakat umum. Agar masyarakat terhadap jasa akuntan publik semakin tinggi maka profesi ini memerlukan standar tertentu.

b. Tanggung Jawab Sosial Kantor Akuntan Publik sebagai Entitas Bisnis
Gagasan bisnis kontemporer sebagai institusi sosial dikembangkan berdasarkan pada persepsi yang menyatakan bahwa bisnis bertujuan untuk memperoleh laba. Persepsi ini diartikan secara jelas Milton Friendman yang mengatakan bahwa tanggung jawab bisnis yang utama adalah menggunakan sumber daya dan mendesai tindakan untuk meningkatkan laba mengikuti aturan main bisnis. Sedangkan menurut Smith, mengejar kepentingan pribadi diperbolehkan selama tidak melanggar hukum dan keadilan atau kebenaran.
Kantor Akuntan Publik dituntun untuk peduli dengan keadaan masyarakat bukan hanya dalam bentuk uang dengan memberi sumbangan melainkan lebih kompleks lagi itu artinya pada Kantor Akuntan Publik juga dituntut untuk bertanggung jawab sosial kepada mayarakat. Pada Akuntan Publik bentuk tanggung jawab sosial suatu lembaga bukanlah pemberian sumbangan atau pemebrian layanan gratis akan tetapi, mengutamakan kepentingan publik dan juga memperhatikan sesama akuntan publik dibanding mengejar laba.

c. Krisis dalam Profesi Akuntansi
Berdasarkan data Ikatan Akuntan Publik (IAI), sedikitnya 75% akuntan publik yang berpraktek di Indonesia berusia di atas 55 tahun. Kondisi ini, tentunya akan mengancam eksistensi profesi akuntan publik di Tanah Air karena tidak ada regenerasi kepada kaum muda. Profesi akuntansi yang krisis bahayanya adalah apabila tiap-tiap auditor atau attestor bertindak di jalan yang salah, opini dan audit akan bersifat tidak berharga. Suatu penggunaan untuk akuntan akan mengenakkan pajak preparers dan wartawan keuangan tetapi fungsi audit yang menjadi jantungnya akuntansi akan memotong keluar dari praktek untuk menyumbangkan hamper sia-sia penyalahgunaannya.
Undang-Undang mengatur bagaimana profesi akuntan itu bisa mendapatkan perhatian dan pembinaan, mulai dari izin, menentukan standar akuntansi juga mengawasi kode etik. Izin akuntan publik tetap diberikan oleh pemerintah dan nantinya akan ada sebuah komite yang dibentuk dari perwakilan pemerintah, asosiasi, dan emiten yang akan mengawasi dan membina dalam pelaksanaan pekerjaan akuntan publik.

d. Regulasi dalam Rangka Penegakan Etika Kantor Akuntan
Kode Etik berlaku untuk profesi akuntan secara keseluruhan jika melihat kode etik akuntan Indonesia isinya semakin besar menyangkut profesi akuntan publik. Padahal IAI mempunyai kompartemen akuntan pendidik, kompartemen akuntan manajemen disamping kompartemen akuntan publik. Perlu dipikir kode etik yang menyangkut akuntan manajemen, akuntan pendidik, akuntan negara (BPKP, BPK, pajak).
Untuk dapat melakukan penegakan terhadap kode etik ada beberapa hal yang harus dilakukan dan sepertinya masih sejalan dengan salah satu kebijakan umum pengurus IAI periode 1990 s/d 1994 yaitu :
1) Penyempurnaan kode etik yang ada penerbitan interprestasi atas kode etik yang ada baik sebagai tanggapan atas kasus pengaduan maupun keluhan dari rekan akuntan atau masyarakat umum. Hal ini sudah dilakukan mulai dari seminar pemutakhiran kode etik IAI, hotel Daichi 15 juni 1994 di Jakarta dan kongres ke-7 di Bandung dan masih terus dan sedang dilakukan oleh pengurus komite kode etik saat ini.
2) Proses peradilan baik oleh badan pengawas profesi maupun dewan pertimbangan profesi dan tindak lanjutnya (peringatan tertulis, pemberhentian sementara dan pemberhentian sebagai anggota IAI).
3) Harus ada suatu bagian dalam IAI yang mengambil inisiatif untuk mengajukan pengaduan baik kepada badan pengawasan profesi atas pelanggaran kode etik meskipun tidak ada pengaduan dari pihak lain tetapi menjadi perhatian dari masyarakat luas.

II. Perkembangan Terakhir Dalam Etika Bisnis dan Profesi
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang mempunyai arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Sedangkan secara etimologi rtika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasanya dilakukan atau tentang adat kebiasaan (K. Bertens, 2000).
Istilah profesi suatu yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Dengan memiliki kaalian dari pendidikan kejuruan belum cukup untuk disebut sebagai profesi, tetapi perlu memliki penguasaan sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan dan hubungan antar teori dan praktek pelaksanaan.
Jadi, etika profesi adalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama mencari nafkah. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Untuk memahami perkembangan etika bisnis De George membedakannya kepada lima periode

1. Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Pada masa ini masalah moral disekitar ekonomi dan bisnis disoroti dari sudut pandang teologi.

2. Masa Peralihan: tahun 1960-an
Pada saat ini terjadi perkembangan baru yang dapat disebut sbagai prsiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis. Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan memasukan mata kuliah baru ke dalam kurikulum dengan nama busines and society and coorporate sosial responsibility, walaupun masih menggunakan pendekatan keilmuan yang beragam minus etika filosofis.

3. Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
Terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu: sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yangaat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas.

4. Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada taun1987 didirkan pula European Ethics Nework (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional dan nternasional.

5. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin, ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.



SUMBER
Agoes, Sukrisno dan I Cenik Ardan. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: salemba Empat.
Joseph W. Weis, 1994, Business Ethics A Managerial, Stakeholder Approach, Wadswort Publishing Co., California
K. Bertens .2000. Pengantar Etika Bisnis, Kanisius, Yogyakarta.
Soekrisno, Agoes. 2004. “Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Akuntan Publik”. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Tri Hendro Sigit P.,M.B.A., CFP ‘Etika Bisnis Modern’